Karya Ilmiah Remaja (KIR) by arhie


KARYA ILMIAH

ANALISIS PERBEDAAN ANTARA MANAJEMEN DANAU BUYAN DESA PANCASARI DENGAN DANAU BERATAN DESA CANDI KUNING DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEMAJUAN PEMBANGUNAN DI MASING MASING TEMPAT WISATA

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2010/2011

FAKULTAS EKONOMI

OLEH :

I NYOMAN ARIYASA

10.0123.04.0.05

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MAHENDRADATTA

LP2M KECAMATAN SUKASADA

TAHUN 2011-09-12

KATA PENGANTAR

OM SWASTIASTU,

Berkat Asung Kertha Waranugraha Ida Sang Hyang Widi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, Penulis dapat menyelesaiakan Karya Ilmiah Remaja tepat pada waktunya, dengan tema “ANALISIS PERBEDAAN ANTARA MANAJEMEN DANAU BUYAN DESA PANCASARI DENGAN DANAU BERATAN DESA CANDI KUNING DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEMAJUAN PEMBANGUNAN DI MASING MASING TEMPAT WISATA”. Dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu memberikan efek yang positif bagi masyarakat serta akan mampu meningkatkan daya saing masing masing tempat wisata yang ada khususnya kawasan Beratan dan Buyan. Penelitian ini selain bertujuan membantu masyarakat juga nantinya akan digunakan sebagai tugas akhir semester genap.

Pada kesempatan ini juga peneliti menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang membantu proses penelitian ini sehingga dapat selesai tepat pada waktunya. Segala macam saran dan kritik sangat diperlukan demi penyempurnaan Karya Ilmiah Remaja selanjutnya.

OM SANTHI, SANTHI, SANTHI, OM

Pancasari 28, September 2011

                                         I Nyoman ariyasa

[i]DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………..   2

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………….    3

ABSTRAK……………………………………………………………………………………..   5

BAB I Pendahuluan

Latar Belakang Masalah…………………………………………………………   6

Identifikasi Masalah………………………………………………………………   8

Tujuan Dan Manfaat Penelitian……………………………………………….  9

BAB II Kajian Teoritis

Tinjauan pustaka…………………………………………………………………..    11

Kerangka Pemikiran……………………………………………………… ……    23

BAB III Metodologi Penelitian

Metode Penelitian…………………………………………………………………    25

Operasional Variabel Penelitian………………………………………………    26

Populasi Dan Sampel……………………………………………………………..   26

Metode Pengumpulan Data…………………………………………………….   26

Lokasi Dan Jadwal Penelitian…………………………………………………    27

Hipotesis………………………………………………………………………………   27

BAB IV Pembahasan

Gambaran Umum Keadaan Danau Buyan Dan Beratan…………….    28

Sistem Manajemen danau Buyan dan Beratan…………………..            …….   30

Dampak manajemen terhadap kemajuan pembangunan…………..   34

BAB V Kesimpulan & Saran……………………………………………………………..   36

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………. 38

LAMPIRAN……………………………………………………………………………………. 39

ABSTRAK

Pembangunan daerah pariwisata di Bali saat ini sedang dalam proses pembenahan setelah sebelumnya terjadi berbagai peristiwa yang mencoreng nama Bali di mata dunia International seperti kasus bom Bali khususnya di bidang pariwisata. Bali yang kaya akan tempat wisata dan terkenal akan keidahannya merupakan tujuan utama bagi wisatawan mancanegara ataupun lokal. Dewasa ini perkembangan pariwisata di Bali sudah mulai meningkat lagi di bandingkan dengan setelah awal awal kasus Bom bali I dan II, tempat wisata di berbagai daerah mulai ditata kembali baik dalam bentuk pembangunan infrastruktur, fasilitas, dan manajemen nya, seperti halnya Tanah lot, Benoa, Danau Beratan, dll. Namun demikian tidak banyak juga tempat wisata yang memilki potensi yang besar yang belum tersentuh pembangunan fasilitas yang memadai yang memenuhi standar sebagai tempat wisata contohnya Danau Buyan. Danau buyan yang terletak di Desa Pancasari Kecamatan sukasada Kabupaten Buleleng ini sampai saat ini kondisinya masih sangat memprihatinkan. Dengan potensi yang dimilki seharusnya danau Buyan mampu bersaing dengan kondisi Danau Beratan yang tidak jauh letaknya dari Danau Buyan. Danau Beratan yang terletak di Desa Candikuning Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan ini sudah terkenal di dunia international dan lokal. Banyak wisatawan berkunjung setiap harinya ini tentu berbeda jauh dengan kondisi Danau Buyan, tentu hal ini memilki faktor penyebab tersendiri mengapa Danau buyan tidak mampu bersaing dan mengembangkan potensinya serta melakukan pembangunan seperti halnya Danau Beratan. Faktor utama penyebab terjadinya hal tersebut adalah keberadaan sebuah manajemen. Manajemen sangat diperlukan dalam pengelolaan sebuah organisasi begitu juga tempat wisata, tanpa manajemen mustahil sebuah tempat wisata akan mampu berkembang walaupun potensi yang dimiliki begitu besar. Danau Beratan saat ini tertata rapi karena memiliki manajemen pasti sedangkan Danau Buyan sampai saat ini belum memilki manajemen sendiri dan tidak ada yang mengelola secara maksimal keberadaannya saat ini.

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Pulau Seribu Pura, pulau Dewata, serta the last paradise adalah sebutan untuk pulau Bali. Begitu banyak hal yang bisa dicitrakan dari pulau bali mulai dari kebudayaan, tradisi, adat istiadat, tempat tempat wisata dll. Begitu banyak wiatawan asing maupun lokal yang datang ke bali dengan tujuan untuk menikmati keindahan pulai Bali. Pulau bali sudah menjadi icon bagi Indonesia dalam bidang Pariwisata.

Berbicara masalah Bali tentu sangat erat kaitannya dengan Pariwisata, bali memilki begitu banyak obyek wisata mulai dari pura, danau, pantai, gunung, dan masih banya obyek lainnya di bali yang memilki ciri khas tersendiri. kehidupan pariwisata di bali memberikan kontribusi yang sangat besar bagi sistem perekonomian Indonesia karena Bali merupakan penghasil devisa yang cukup tinggi dibanding daerah lain di Indonesia. Keberadaan bali sebagai icon pariwisata indonesia yang begitu indah dan selalu menarik hati para pengunjung baik dri dalam maupun luar negeri tentu tidak akan ada gunanya jika tanpa diimbangi dengan penyediaan dan pembangunan fasilitas serta sarana dan prasarana yang memadai dan sesuai standar yang ada, seperti halnya hotel, villa, restaurant, serta fasilitas fasilitas umum seperti jalan, parkir, dll di suatu obyek wisata. Dengan demikian wisatawan yang datang akan merasa nyaman saat berkunjung serta menikmati obyek wisata yang ada.

Pariwisata bali saat ini masih berada dalam tahap pemulihan kembali setelah sebelumnya sempat terjadi berbagai peristiwa yang menyebabkan wisatawan enggan untuk datang ke Bali, penurunan kedatangan wisatawan tersebut disebabkan oleh sebuah peristiwa bom bali di Legian Kuta pada tgl 12 oktober 2002 sembilan tahun yang lalu, dan disusul oleh bom bali II di daerah Jimbaran hal ini menimbulkan begitu banyak korban baik korban dari luar negeri maupun dari bali sendiri. Peristiwa tersebut seketika membuat industri Pariwisata Bali mengalami mati suri, wisatwan mancanegara enggan untuk datang ke Bali dengan berbagai alasan, Bali yang terkenal sebagai pulau dan tempat yang aman harus berjuang untuk memperbaiki namanya kembali dimata dunia saat itu, namun seiring waktu yang berjalan Bali dapat sedikit demi sedikit bangkit dan sampai saat ini kehidupan pariwisata sudah bisa dibilang hidup kembali. Wisatawan dari mancanegara sudah tidak enggan lagi untuk datang dan menikmati keindahan pulau Bali, hal ini tentu tidak lepas dari peran Pemerintah dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwista di Bali.

Pemerintah beserta semua pihak saat ini mulai meningkatkan serta mengembangkan sektor sektor pariwisata di berbagai tempat di Bali dalam bentuk pembangunan fasilitas, peningkatan keamanan, sarana dan prasarana, serta pemanfaatan obyek wisata yang belum tergali secara maksimal baik itu dalam bentuk kerja sama dengan pihak investor asing maupun yang dikelola  sendiri. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa didalam pelaksanaannya masih terjadi ketimpangan pembangunan antar daerah wisata yang satu dengan daerah lainnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan ketimpangan itu terjadi, seperti halnya perbedaan sistem pengelolaan atau manajemennya, minimnya dana pembangunan, kurangnya kerja sama antar semua pihak yang bersangkutan, serta izin – izin yang belum dikantongi untuk melakukan sebuah pengembangan atau pembangunan di suatu daerah wisata di bali. Beberapa hal itulah yang sedikit tidaknya menjadi faktor penentu terjadinya ketimpangan pembangunan fasilitas serta sarana dan prasarana di suatu obyek wisata di Bali.

Begitu pula halnya seperti yang terjadi di obyek wisata danau Buyan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada Buleleng Bali. Danau Buyan yang begitu indah dan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi obyek wisata yang akan mampu menarik wisatawan datang saat ini kondisinya masih dalam keadaan memprihatinkan. Jauh berbeda dengan keadaan danau Beratan desa Candi Kuning Baturiti Tabanan, saat ini danau beratan sudah menjadi icon pariwisata kabupaten Tabanan dengan menawarkan berbagai macam keindahan mulai dari wisata air, wisata budaya, dll. Dan tentunya hal ini didukung oleh infrasrtuktur yang sangat memadai serta layak bagi wisatwan dalam dan luar negeri. Namun sangat disayangkan dananu buyan yang notabennya memiliki potensi yang sama besar dengan danau Beratan seharusnya dimanfaatkan secara maksimal harus terbengkalai tanpa adanya perhatian baik dari pihak pemerintah maupun desa adat bersangkutan. Melihat potensi yang sedemikian bagusnya pemerintah dan desa adat bersangkutan seharusnya jeli dalam memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia yang sedikit tidaknya akan mampu memberikan efek positif bagi masyarakat sekitar danau buyan, jika kawasan tersebut mampu dijadikan icon dan dikembangkan untuk menjadi tempat wisata yang layak dan nyaman untuk dikunjungi. Selain faktor faktor seperti diatas masih banyak hal – hal lain atau faktor faktor tertentu yang perlu dicermati dan diteliti dalam upaya memaksimalkan potensi Buyan saat ini.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan atas latar belakang diatas maka permasalahan yang akan diteliti lebih jauh adalah mengenai analisis perbandingan manajemen antara danau Buyan Desa Pancasari, Buleleng terhadap manajemen danau Beratan Desa Candikuning Tabanan, dan dampaknya terhadap kemajuan pembangunan di masing – masing daerah/tempat.

1.3  Perumusan Masalah

Berdasarkan atas Identifikasi masalah yang ada maka rumusan masalah yang dibuat dalam penelitian ini adalah :

  1. Bagaimanakah sistem manajemen pengelolaan Danau Beratan & Danau Buyan  ?
  2. Adakah dampak dari masing masing sistem managemen pengelolaan kedua wisata danau tersebut terhadap kemajuan pembangunan infrastruktur/fasilitas yang ada saat ini ?

1.4  Tujuan Dan Manfaat Penelitian

1.4.1        Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui perbedaan managemen antara wisata danau Buyan Desa Pancasri Buleleng Bali dengan wisata danau Beratan Desa Candikuning Tabanan Bali.
  2. Untuk mengetahui apakah ada kaitannya antara manajemen pengelolaan wisata danau buyan dan beratan terhadap kemajuan pembangunan masing masing tempat.

1.4.2        Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

Manfaat penelitian ini dapat dilihat dari beberapa sisi antara lain adalah manfaatnya bagi masyarakat dan pemerintah serta desa adat bersangkutan. masyarakat, pemerintah ataupun desa adat setempat akan mengetahui adakah hubungan antara manajemen terhadap kemajuan pembagunan di suatu daerah wisata, sehingga dengan adanya penelitian ini sedikit tidaknya masyarakat akan mampu dan jeli untuk mengembakan potensi yang ada setelah mengetahui faktor apa saja yang perlu dibenahi dalam manajemen pengelolaannya kedepan. Dilihat dari manfaatnya untuk Universitas dan Mahasiswa adalah untuk menambah referensi serta untuk mnerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah ke dalam kehidupan bermasyarakat sehingga Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat direalisasikan ke dalam masyarakat dan tentunya dapat bermanfaat untuk masyarakat luas.

BAB 11

KAJIAN TEORITIS

  1. Tinjauan Pustaka

1.1  Pengertian Manajemen

Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen, manajemen pengurusan dan lain sebagainya. Bila dilihat dari literatur-literatur yang ada, pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian yaitu:

  1. manajemen sebagai suatu proses.
  2. manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
  3. manajemen sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art).
  1. Manajemen sebagai suatu proses

Melihat bagaimana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut :

  1. Encylopedia of The Social Science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan

suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.

  1. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui

kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.

  1. Georçv R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan

terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.

  1. Manajemen suatu kolektivitas

Merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut manajer.

  1. Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni

Melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari manajemen. Pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dari beberapa ahli :

  1. Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul JTAe^Bnctíon of theExecutive, bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fajol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O’donnel dan GerQge K Terry.
  2. Marry Parker FoUett menyatakan bahwa manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.

Dari devinisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

1.2  Fungsi Manajemen

Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya. Pada umumnya ada empat (4) fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf). Para manajer dalam organisasi perusahaan bisnis diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil manajemen yang maksimal.

Di bawah ini akan dijelaskan arti definisi atau pengertian masing-masing fungsi manajemen  :

  1. Fungsi Perencanaan / Planning

Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.

  1. Fungsi Pengorganisasian / Organizing

Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.

  1. Fungsi Pengarahan / Directing / Leading

Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.

  1. Fungsi Pengendalian / Controling

Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.

1.3 Manajemen sumber daya manusia

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department.

Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.

Sumber Daya Manusia Memiliki Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab sebagai berikut :

1. Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation and selection

a.Persiapan

Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan / forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya.
Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya.

b. Rekrutmen tenaga kerja / Recruitment

Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperluka analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan / job description dan juga spesifikasi pekerjaan / job specification.

c. Seleksi tenaga kerja / Selection

Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan proses seleksi lainnya.

2. Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation

Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.

3.Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and

Protection

Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu.

1.3  Pariwisata

Pariwisata berasal dari “Tournus” kata Latin yang berarti perjalanan, bertindak untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain. The word “ tour ” is defined as journey visiting several places and usually taken pleasure. Kata “tur” didefinisikan sebagai perjalanan mengunjungi beberapa tempat dan kesenangan biasanya diambil.

According to Pundit (1999), the meaning of the word “travel” is going on a journey to a particular place, usually by using some means of transportation. The function of transportation can be explained as follows. Menurut Pundit (1999), arti dari “perjalanan” kata akan melakukan perjalanan ke tempat tertentu, biasanya dengan menggunakan beberapa sarana transportasi. Fungsi transportasi dapat dijelaskan sebagai berikut.
First, going from place to place or visiting various places and countries for business or pleasure. Pertama, pergi dari satu tempat ke tempat atau mengunjungi berbagai tempat dan negara untuk bisnis atau kesenangan. Second, taking the journey through around or within a particular area. Kedua, mengambil perjalanan melalui sekitar atau dalam wilayah tertentu. Third, going or cover particular distance to move a particular speed or in a particular way. Ketiga, pergi atau menutup jarak tertentu untuk bergerak dengan kecepatan tertentu atau dengan cara tertentu. Fourth, going from place to place as sales person as part of a business. Keempat, pergi dari tempat ke tempat sebagai orang penjualan sebagai bagian dari bisnis. Fifth, retaining its quality or freshness while being transported; to be transmitted or communicated; observing to scan an object or scan in the process of observing of film. Kelima, mempertahankan kualitas atau kesegaran ketika sedang diangkut; yang akan dikirim atau dikomunikasikan; mengamati untuk memindai suatu objek atau scan dalam proses mengamati film.

Therefore, terms or words can be combined as what people usually heard by the tour and travel. Oleh karena itu, istilah atau kata-kata dapat dikombinasikan sebagai apa yang orang biasanya didengar oleh tur dan perjalanan. The tour and travel can be defines as the process of doing journey to a particular place for pleasure, education, business, adventure, and religion responsibilities. Tur dan perjalanan dapat mendefinisikan sebagai proses melakukan perjalanan ke tempat tertentu untuk kesenangan, pendidikan, bisnis, petualangan, dan tanggung jawab agama.

According to the Law No.9 in 1990 about tourism, tour is travel activity or part of that activity that has done voluntarily and temporarily, to enjoy the tourism object and attractions. Menurut Undang-Undang No.9 tahun 1990 tentang pariwisata, tur adalah perjalanan kegiatan atau bagian kegiatan yang yang telah dilakukan secara sukarela dan untuk sementara, untuk menikmati obyek wisata dan atraksi.

According to Sculled (1992:12), tourism is the sum of operation, mainly of an economy nature, which directly related to the entry, stay and movement of foreigner inside certain country, city or region. Menurut Sculled (1992:12), pariwisata adalah jumlah operasi, terutama yang bersifat ekonomi, yang secara langsung terkait dengan masuk, tinggal dan gerakan orang asing di dalam negeri tertentu, kota atau wilayah. And economy gives the restriction, so that is much more economical aspect, but is not showing explicitly, sociology, psychology or tourism geographical aspect. Dan ekonomi memberikan pembatasan, sehingga jauh lebih ekonomis aspek, namun tidak menunjukkan secara eksplisit, sosiologi, psikologi atau aspek geografis pariwisata.

Mathieson and Wall (1982) created a good working definition of tourism as the temporary movement of people to destinations outside their normal places of work and residence, the activities undertaken during their stay in those destinations, and the facilities created to cater to their needs. Mathieson dan Wall (1982) menciptakan sebuah definisi kerja yang baik pariwisata sebagai gerakan sementara orang untuk tujuan luar tempat kerja normal mereka dan tempat tinggal, kegiatan yang dilakukan selama mereka tinggal di tujuan tersebut, dan fasilitas diciptakan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

According to Spillane (1982:20) tourism is doing trip activity to get pleasure, satisfaction and knowledge and to cure illness, enjoy sport or res, carry out duty, making a devotional visit to a sacred place and others. Menurut Spillane (1982:20) pariwisata melakukan aktivitas perjalanan untuk mendapatkan kesenangan, kepuasan dan pengetahuan dan untuk menyembuhkan penyakit, menikmati olahraga atau res, melaksanakan tugas, melakukan kunjungan ibadah ke tempat suci dan lain-lain.

On the other hand, McIntosh and Gupta in Yoeti (1992:8) defines tourism as the sum of the phenomena and relationships arising from interaction of tourists, business suppliers, host governments and host communities in the process of attracting and hosting these tourist and other visitors. Di sisi lain, McIntosh dan Gupta dalam Yoeti (1992:8) mendefinisikan pariwisata sebagai jumlah dari fenomena dan hubungan yang timbul dari interaksi wisatawan, pemasok bisnis, pemerintah tuan rumah dan masyarakat tuan rumah dalam proses menarik dan hosting ini wisata dan lainnya pengunjung.

According to two Swiss Scientific experts in tourism, Henniker and Kraft (1996:30), tourism is the sum of phenomena and relationship arising from the travel and stay of none resident, and so far they do not lead the permanent residence and are not connected with earning activity. Menurut dua ahli Ilmiah Swiss di bidang pariwisata, Henniker dan Kraft (1996:30), pariwisata adalah jumlah dari fenomena dan hubungan yang timbul dari perjalanan dan tinggal penduduk tidak ada, dan sejauh mereka tidak memimpin tinggal permanen dan tidak terhubung dengan penghasilan aktivitas. Then, that definition accepted by the international of association of scientific expert in tourism. Kemudian, definisi yang diterima oleh asosiasi internasional ahli ilmiah dalam pariwisata.

Wahab (1993:106-107) and Yoeti stated that tourism is purposeful human activity that serve as a link between people either within one or some countries or beyond the geographical limits. Wahab (1993:106-107) dan Yoeti menyatakan bahwa pariwisata merupakan aktivitas manusia tujuan yang berfungsi sebagai penghubung antara orang-orang baik dalam satu atau beberapa negara atau di luar batas geografis. It involves that temporary displacement of people to another region, country or continent for the satisfaction of varied need other than exercising a remunerated function. Ini melibatkan bahwa pemindahan sementara orang ke negara lain, wilayah atau benua untuk kepuasan kebutuhan bervariasi selain melaksanakan fungsi dibayar.

Mc.Intosh (1995:10) stated that tourism is a composite of activities service and industry that deliver a travel experience, transportation, accommodation, eating, shopping, entertainment, activity and other hospital services available for industry or group that are away from home. Mc.Intosh (1995:10) menyatakan bahwa pariwisata merupakan gabungan dari kegiatan pelayanan dan industri yang memberikan pengalaman perjalanan, transportasi, akomodasi, makan, belanja, hiburan, kegiatan dan layanan rumah sakit lain yang tersedia untuk industri atau kelompok yang jauh dari rumah .

According to Leiper (1981:49) , tourism as an open system of five elements interacting with broader environments, the human element, tourist, three geographical elements generating region, transit route and destinations region, and a economic element, the tourist industry. Menurut Leiper (1981:49), pariwisata sebagai sistem terbuka dari lima elemen berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas, unsur manusia, wisata, tiga unsur geografis menghasilkan wilayah, rute transit dan daerah tujuan, dan elemen ekonomi, industri wisata.

According to Yoety (1991:21) , tourism is a journey in a temporary time from a place to another place, which is not purpose for business oriented but it is not only perform to enjoy the journey for the sake or recreation oriented. Menurut Yoety (1991:21), pariwisata adalah sebuah perjalanan dalam waktu sementara dari tempat ke tempat lain, yang tidak berorientasi tujuan untuk bisnis tetapi tidak hanya melakukan untuk menikmati perjalanan demi berorientasi atau rekreasi.

According to Hornby (2001:8) defined tourism is a journey in which a short stays are made at a number of places, and traveler finally return to his or her own place. Menurut Hornby (2001:8) mendefinisikan pariwisata adalah sebuah perjalanan di mana tetap pendek yang dibuat di sejumlah tempat, dan wisatawan akhirnya kembali ke tempat sendiri.

According to Chooper (1996:43) stated that tourism as the temporary movement to destination outside the normal home and work place, the activities undertaken during the stay and facilities created to cater for the needs of tourist. Menurut Chooper (1996:43) menyatakan bahwa pariwisata sebagai gerakan sementara untuk tujuan luar rumah normal dan tempat kerja, aktivitas yang dilakukan selama tinggal dan fasilitas diciptakan untuk memenuhi kebutuhan wisata.

From some of definitions of tourism above, actually the experts have the same point about tourism; they are only different in making definition of tourism. Dari beberapa definisi wisata di atas, sebenarnya para ahli memiliki titik yang sama tentang pariwisata, mereka hanya berbeda dalam membuat definisi pariwisata. It has point that is travel from one place to another in order to get pleasure and satisfaction. Ini memiliki titik itu adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain untuk mendapatkan kesenangan dan kepuasan.

Now a days the scope of tourism has widened, it involves every aspect that can support the tourist to obtain the resources and the society, which the synergy among this factor will create a satisfactory service to the tourist. Sekarang hari lingkup pariwisata telah melebar, melibatkan setiap aspek yang dapat mendukung wisatawan untuk mendapatkan sumber daya dan masyarakat, yang sinergi antara faktor ini akan membuat pelayanan yang memuaskan kepada wisatawan. Due to this fact Hamallik (1978:¬¬ s14) states that tourism was the purpose to introduction the culture, the beautiful of nature and hospitality of Indonesia people. Karena fakta Hamallik (1978: ¬ ¬ S14) menyatakan bahwa pariwisata merupakan tujuan pengenalan budaya, alam yang indah dan keramahan orang Indonesia. It was also purpose increase of society and to give chance to the local tourist to understand their own culture as well. Itu juga tujuan peningkatan masyarakat dan untuk memberikan kesempatan bagi wisatawan lokal untuk memahami budaya mereka sendiri juga.

From the description above, the tourism give some advantages in society are: Dari uraian di atas, pariwisata memberikan beberapa keuntungan dalam masyarakat adalah:
1. 1. To open the work opportunity Untuk membuka kesempatan kerja
The development of tourism sector can give the opportunity to Indonesian, labor force. Pengembangan sektor pariwisata dapat memberikan kesempatan kepada Indonesia, angkatan kerja. It can absorb many unemployed people for example when an investor wanted to mange a tourism object, they should prepare the facility that could support it, as hotel, art shop, and restaurant. Hal ini dapat menyerap banyak pengangguran misalnya ketika investor ingin kudis obyek wisata, mereka harus mempersiapkan fasilitas yang dapat mendukungnya, seperti hotel, toko seni, dan restoran. These will create new job for the local settler. Ini akan menciptakan pekerjaan baru bagi pemukim setempat.
2. 2. To increase the local income Untuk meningkatkan pendapatan daerah
The local government will obtain income from the tourist object in the region. Pemerintah daerah akan memperoleh pendapatan dari obyek wisata di wilayah tersebut. This income will also distribute to other sector in order to improve the life of society in this region. Pendapatan ini juga akan mendistribusikan ke sektor lain dalam rangka meningkatkan kehidupan masyarakat di wilayah ini.
3. 3. To increase the national foreign exchange Untuk meningkatkan devisa nasional
By the income from the foreign tourist automatically this condition will give advantages to Indonesian government, the foreign currency will be us in the payment of international trade. Dengan pendapatan dari turis asing otomatis kondisi ini akan memberikan keuntungan kepada pemerintah Indonesia, mata uang asing akan kami dalam pembayaran perdagangan internasional.

  1. Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran meliputi bagaimana cara melakukan pemecahan masalah secara teoritis sehingga dengan danya kerangka pemikiran akan terlihat jelas hubungan antar variabel yang diteliti sehingga mempermudah dalam pengupulan data serta pengolahannya.

Kerangka pemikiran :

Ketimpangan pembangunan antara danau buyan dan danau beratan

Dampaknya terhadap kemajuan pembangunan di masing masing tempat/danau

Perbandingan management danau buyan dan danau beratan

Berdasarkan skema diatas dapat dijelaskan bahwa terjadi ketimpangan pembangunan antara wisata danau buyan dan danau beratan dan akan dilakukan beberapa analisis mengenai perbedaaan sistem manajemen kedua tempat wisata tersebut yang nantinya akan diketahui apakah dengan adanya perbedaan manajemen tersebut memberikan pengaruh besar terhadap kemajuan pembangunan di masing – masing danau.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

  1. Metode Penelitian

Metode yang dugunakan adalah kausal komparatif yaitu penelitian yang dilakukan untuk membandingkan suatu variabel (objek penelitian), antara subjek yang berbeda atau waktu yang berbeda dan menemukan hubungan sebab-akibatnya (Marzuki, 1999:122). Sementara itu, menurut Kerlinger (dikutip Emzir, 2010:119) penelitian kausal komparatif (causal comparative research) yang disebut juga penelitian ex post facto adalah penyelidikan empiris yang sistematis di mana peneliti tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena keberadaan dari variabel tersebut telah terjadi atau karena variabel tersebut pada dasarnya tidak dapat dimanipulasi.

  1. Operasional Variabel Penelitian

Definisi Operasional Variabel adalah penarikan batasan yang lebih menjelaskan ciri-ciri spesifik yang lebih substantive dari suatu konsep. Tujuannya: agar peneliti dapat mencapai suatu alat ukur yang yang sesuai dengan hakikat variabel yang sudah di definisikan konsepnya, maka peneliti harus memasukkan proses atau operasionalnya alat ukur yang akan digunakan untuk kuantifikasi gejala atau variabel yang ditelitinya.

  1. Populasi Dan Sampel Penelitian

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya Sedang sampel adalah bagian dari jumlah dan karkateristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiono,2006:90)

  1. Metode Pengumpulan Data

Pada penelitian ini metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut :

  1. Metode wawancara

Metode ini adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan terhadap narasumber yang berkaitan sesuai dengan tema dari Penelitian tersebut.

  1. Metode Observasi

Metode ini adalah teknik pengumpulan data dengan cara pencatatan serta pengamatan secara langsung dan sistematis mengenai suatu gejala yang menjadi obyek dalam suatu penelitian.

  1. Lokasi Dan Jadual Penelitian
  1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan di dua tempat yaitu obyek wisata danau buyan desa Pancasari Buleleng  dan obyek wisata danau beratan desa Candikuning Tabanan Bali.

  1. Jadual Penelitian

Tanggal

kegiatan

kt

18 – 20 september 2011 Penelitian
20 – 25 september 2011 Penulisan Karya Ilmiah
25 – 29 september 2011 Pengeditan dan penjilidan Karya Ilmiah
  1. Hipotesis Penelitian

Secara bahasa hipotesis berasal dari dua kata, yaitu hypo artinya sebelum

dan thesis artinya pernyataan atau pendapat. Secara istilah hipotesis adalah suatu pernyataan yang pada waktu diungkapkan belum diketahui kebenarannya, tetapi memungkinkan untuk diuji dalam kenyataan empiris. Karena hipotesis merupakan pernyataan sementara yang masih lemah kebenarannya. Kemudian para ahli menafsirkan arti hipotesis adalah sebagai dugaan terhadap hubungan antara dua variabel atau lebih (Kerlinger,1973:18 dan Tuckman,1982:5). Selanjutnya Sudjana (1992:219) mengartikan hipotesis adalah asumsi atau dugaan mengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal itu yang sering dituntut untuk melakukan pengecekannya. Atas dasar defenisi diatas, sehingga dapat diartikan bahwa hipotesis adalah jawaban atau dugaan sementara yang harus diuji lagi kebenarannya

BAB IV

PEMBAHASAN

  1. Gambaran Umum Danau Buyan & Beratan Saat Ini

Kondisi danau Buyan dan Beratan saat ini sangat jauh berbeda dalam berbagai hal. Mulai dari fasilitas yang ada sampai manajemen pengelolaannya masih jauh berbeda. Danau Beratan yang unggul saat ini memiliki manajemen sendiri yang berkerja sama antara Pemerintah dengan desa – desa yang ada di Kecamatan Baturiti dalam mengelola wisata Danau Beratan saat ini. Berbagai macam rekreasi air saat ini tersedia di Danau beratan mulai dari Speed Boat, Perahu, tempat memancing, perahu gayung, restaurant, penginapan, toko – toko souvenir, serta pura besar yang menarik hati wisatan lokal maupun asing. Semua fasilitas lengkap terdapat di sana. Begitu juga sarana pendukung seperti tempat parkir yang luas, taman yang rindang sudah tersedia dan menjamin keamanan dan kenyaman wisatawan yang datang. Berbeda jauh dengan kondisi tersebut Danau Buyan yang terletak di desa Pancasari kondisinya saat ini tidak terlalu menarik hati pengunjung karena fasilitas wisata masih sangat minim. Hanya ada parkir, toko pun jarang terdapat disana. Hanya terdapat tempat menyewakan pancing yang disediakan masyarakat lokal dan itupun kecil – kecilan. Kondisi ini terjadi karena Danau Buyan sampai saat ini belum memiliki manajemen untuk mengelola tempat wisata tersebut. Perlu perhatian lebih jika ingin Danau Buyan mampu bersaing atau sedikit tidaknya mampu menarik wisatawan yang ada saat ini.

  1. Sistem Manajemen Danau Buyan Desa Pancasari

Danau buyan yang terletak di desa Pancasari Kecamatan Sukasada kabupaten Buleleng Bali sampai saat ini memang masih belum bisa dibilang sebagai tempat atau obyek wisata karena terlalu banyak kekurangan baik itu dari segi infrastruktur, fasilitas, maupun jumlah kedatangan wisatawan. Mengapa hal ini bisa terjadi ditengah gencarnya pemerintah mempromosikan segala macam bentuk sektor pariwisata yang ada di daerahnya masing masing ? satu hal yang pasti danau Buyan dengan segala macam potensinya yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan secara maksimal sampai saat ini belum dilirik oleh Pemerintah setempat dalam hal ini DISBUDPAR dalam hal pengembangannya sebagi icon wisata Kabupaten Buleleng. Bukan hanya itu berdasarkan data yang diperoleh bahwa sampai saat ini danau Buyan masih belum memiliki manajemen pengelola secara legalitas, dalam artian pengelola danau Buyan saat ini masih rancu, baik itu dari pihak Pemerintah sendiri, Desa adat bersangkutan, maupun Banjar adat yang berada di kawasan danau Duyan tersebut, sampai saat ini masih belum terbentuk sebuah sistem managerial yang pasti. Semua pihak belum menunjukan kesungguhannya dalam pengelolaan danau Buyan saat ini, hal ini dikarenakan kurangnya koordinasi antar semua pihak sehingga untuk membentuk sebuah manajemen masih dirasa sangat sulit karena jika hanya pemerintah daerah yang bergerak tanpa persetujuan dari Desa adat bersangkutan ataupun dari Banjar pengempon akan sangat sulit hal itu akan mustahil direalisasikan begitupun sebaliknya. Izin pun sangat sulit untuk didapatkan karena tidak ada pihak yang benar benar serius dalam menangani masalah ini. Sampai saat ini pengelolaan danau buyan hanya dilakukan oleh perorangan dan dari pihak banjar serta desa adat, namun itu dilakukan hanya sebatas memanfaatkan apa yang ada di danau buyan semata dalam artian tidak ada pengembangan pembangunan serta penambahan fasilitas dan karena hal itulah danau Buyan saat ini belum mampu memberikan efek positif dari segi perekonomian bagi masyarakat sekitarnya. Pembangunan, marketing, managerial, serta kepedulian semua pihak tentu sangat diperlukan guna memperbaiki sistem yang ada saat ini sehingga potensi danau buyan akan dapat di maksimalkan sebaik mungkin kedepannya.

  1. Sistem Manajemen Danau Beratan Desa Candikuning

Lain halnya dengan danau Buyan, danau Beratan saat ini tengah melaju pesat

baik itu dalam hal pembangunan infrastruktur, fasilitas, serta sarana dan prasarana serta jumlah wisatwan yang datang semakin meningkat. Hal ini tentu menjadi tolak ukur bagi danau Buyan saat ini. Keadaan seperti saat ini tentunya tidak serta merta didapatkan secara langsung ada beberapa faktor penentu keberhasilan danau Beratan sebagai obyek wisata yang diminati oleh wiatawan lokal dan international. Faktor pendorong kemajuan danau Beratan saat ini adalah adanya sebuah manajemen pengelolaan yang sangat apik yang bersinergi secara sistematis dan menghasilkan sebuah tujuan bersama seperti kondisi beratan saat ini.

Seperti yang kita ketahui manajemen adalah sebuah sebuah seni atau tata cara seseorang atau institusi dalam mengatur serta mengarahkan berbagai macam sumber daya yang ada dalam upaya mencapai sebuah tujuan bersama, dijelaskan pula oleh George R.Terry bahwa dalam sebuah management memiliki fungsi fungsi sebagai berikut


– Perencanaan (Planning);

- Pengorganisasian (Organizing);
- Penggerakan (Actuating);
- Pengawasan (Controlling).

 

Keempat hal tersebutlah yang saat ini sedang diterapkan oleh manajemen danau Beratan dalam upaya pengembangan serta pembangunan daerahnya saat ini.

Berikut ini adalah bentuk dari struktur oranisasi manajemen yang ada di dalam pengelolaan wisata Danau Beratan saat ini :

PEMERINTAH DAERAH

BENDAHARA

WAYAN RASTANA

SEKRETARIS

WAYAN PARWATA, SS

MANAGER OPERASIONAL

I WAYAN MUSTIKA

ANGGOTA

Anggota terdiri dari masing – masing Pesatak yang ada di Kecamatan Baturiti.

Dalam sistem manajemennya Danau Beratan menerapkan sistem yang namanya pengempon pura atau sering disebut Pesatak atau gebog satak. Dalam hal ini gebog satak merupakan sistem kemasyarakatan kuna yang dijadikan pedoman dalam pengelolaan Pura besar yang ada di suatu wilayah. Gebog satak inilah bekerja sama dengan pihak pemerintah membuat sebuah manajemen yang mengelola Danau Beratan saat ini. Adapun anggota dari Gebog satak / Pesatak ini antara lain :

  1. Pesatak Bangah

Anggota :

  1. 2 orang yang madesa Beratan dari Desa Pakraman Bangah, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti
  2. 2 orang yang madesa Beratan dari Desa Pakraman Pacung, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti
  3. 2 orang yang madesa Beratan dari Desa Pakraman Gunung Kangin, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti
  1. Pesatak Antapan

Anggota :

  1. 2 orang yang madesa Beratan dari Desa Pakraman Antapan, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti
  2. 2 orang yang madesa Beratan dari Desa Pakraman Mayungan, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti
  3. 2 orang yang madesa Beratan dari Desa Pakraman Glogor, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti
  4. 2 orang yang madesa Beratan dari Desa Pakraman Tohjiwa, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti
  1. Pesatak Baturiti

Anggota :

  1. 2 orang yang madesa Beratan dari Desa Pakraman Baturiti, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti
  2. 2 orang yang madesa Beratan dari Desa Pakraman Batunya, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti
  3. 2 orang yang madesa Beratan dari Desa Pakraman Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti
  4. 2 orang yang madesa Beratan dari Desa Pakraman Abing, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti
  5. 2 orang yang madesa Beratan dari Desa Pakraman Abang, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti
  1. Pesatak Candikuning

Anggota :

  1. 2 orang yang madesa Beratan dari Desa Pakraman Candikuning, Desa candikuning, Kecamatan Baturiti
  2. 2 orang yang madesa Beratan dari Banjar Adat Bukit Catu, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti
  3. 2 orang yang madesa Beratan dari Desa Pakraman Pemuteran, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti
  4. 2 orang yang madesa Beratan dari Desa Pakraman Batusesa, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti
  5. 2 orang yang madesa Beratan dari Desa Pakraman Kembang Merta, Desa Candikunig, Kecamatan Baturiti

Keempat pesatak itulah yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pusat dalam sistem pengelolaan danau Beratan saat ini. Dengan tertata rapinya sistem manajemen danau Beratan seperti saat ini memberikan efek yang sangat bagus bagi perkembangan pembangunan di Danau Beratan, tidak salah jika semakin hari Wisata Danau Beratan semakin terlihat maju dan semakin lengkap serta masyarakat sekitar pun merasakan efek yang positif terbukti dengan banyaknya muncul pedagang pedagang yang ada disekitar danau Beratan tersebut dan jugaWisata Danau Beratan mampu memanfaatkan sumber daya manusia lokal dalam pengelolaanya dan terbukti mampu bersaing dengan tempat wisata lainnya.

  1. Dampak Manajemen Terhadap Kemajuan Pembangunan di Daerah Wisata Danau Buyan dan Beratan

Dampak yang ditimbulkan dari adanya sebuah manajemen yang mengatur segala macam bentuk kegiatan yang ada dalam sebuah organisasi ternyata terbukti memberikan efek yang sangat besar dalam kemajuan organisasi tersebut. Hal ini pula yang terjadi antara kedua tempat wisata Danau Buyan Desa Pancasari Buleleng Bali dengan wisata Danau Beratan Desa Candikuning Tabanan Bali. Danau buyan yang memiliki potensi sama besar dengan danau berata saat ini mengalami ketertinggalan dalam segala hal seperti fasilitas wisata, infrastruktur, marketing, kedatangan wisatawan, hal ini disebabkan oleh satu hal yaitu tidak adanya manajemen yang mengelola potensi danau buyan tersebut. Lain halnya dengan Danau Beratan yang saat ini memiliki manajemen sendiri yang bekerja sama antara pemerintah pusat dengan daerah serta desa adat bersangkutan terbukti mampu menjdi icon pariwisata yang diperhitungkan oleh wisatawan lokal dan asing. Berujung dari kedua hal tersebut analisis mengenai managemen dan dampaknya terhadap kemajuan pembangunan di tempat wisata Danau Buyan dan Beratan adalah sebagai berikut :

  1. Dengan adanya manajemen sebuah organisasi akan tertata secara rapi dan tujuan akan dicapai sesuai keinginan dengan pendapatan yang jelas, pengeluaran yang jelas, serta managerial yang jelas. Seperti halnya kondisi wisata danau beratan saat ini yang berbeda jauh dengan wisata Danau Buyan yang tidak memiliki manajemen tersendiri.
  1. Dengan adanya manajemen proses pembangunan akan mampu berkembang secara signifikan dan mampu memberikan pengaruh positif bagi masyarakat sekitar seperti halnya wisata Danau Beratan yang pada kondisi saat ini semakin berkembang pembangunanfasilitas serta pengembangannya semakin terlihat jelas dan masyarakat sekitar juga menikmati pengaruh positifnya. Hal ini tentu berbeda dengan kondisi wisata Danau Buyan yang tidak mampu melakukan pembangunan serta pengembangan daerahnya.

BAB V

KESIMPULAN

  1. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian tersebut adalah

sebagai berikut :

  1. Perbedaan manajemen antara wisata Danau Buyan dengan wisata Danau Beratan terlihat sangat mencolok. Danau Buyan saat ini belum memiliki manajemen sendiri secara sah dan masih rancu sedangkan wisata Danau Beratan sudah memiliki manajemen yang sah dan memilki izin sesuai aturan yang berlaku.
  1. Manajemen ternyata merupakan peranan penting dalam proses perkembangan pembangunan suatu organisasi/tempat wisata. Seperti halnya yang terjadi antara wisata Danau Buyan dan Beratan saat ini. Wisata Danau Buyan yang tidak memilki manajemen pengelolaan secara pasti jauh tertinggal dari wisata Danau Beratan, baik dalam segi fisik maupun keuangan. Dibandingkan dengan wisata danau Beratan yang memiliki struktur organisasi atau manajemen yang sah perkembangan dan pembangunnanya sangat pesat. Padahal kedua danau yang terletak di kabupaten yang berbeda tersebut memilki potensi yang sama, namun ternyata hanya perbedaan manajemen yang menyebabkan ketimpangan pembangunan itu terjadi. Jadi disni terlihat jelas bahwa manajemen memilki arti sangat penting dan berperan sebagai sebuah landasan awal sebuah organisasi ataupun tempat wisata dalam proses kemajuan pembangunan.
  1. Saran

Adapun saran yang dapat penulis berikan adalah sebagai berikut :

  1. Wisata danau buyan yang memiliki potensi lebih hendaknya mulai diperhatikan dan ditangani secara serius, dengan cara pembentukan manajemen yang bekerja sama antara pemerintah pusat, daerah, desa adat, banjar dan semua pihak yang bersangkutan untuk bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar seperti halnya yang dilakukan pihak manajemen pengelola wisata Danau Beratan yang sukses turut serta mengharumkan nama Bali dimata dunia lewat pengelolaan yang bermutu dan keindahan serta keseimbangannya. Hendaknya pemerintah serta desa adat setempat mulai berkaca dari apa yang penulis dapatkan di lapangan, dan menjadikan ini sebagai sebuah tolak ukur untuk memajukan daerah Danau Buyan untuk kedepan.
  1. Pengelolaan wisata danau Buyan perlu digali sedini mungkin namun tidak melupakan sistem keseimbangan TRI HITA KARANA, maka dengan memperhatikan ketiga aspek tersebut sehingga diharapkan dalam pelaksanaanya akan terjadi keseimbangan dan keselarasan serta tercapainya tujuan untuk memanfaatkan potensi yang ada untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

DAFTAR PUSTAKA

Arista, I Made. 2011. Pura Ulun Danu Beratan. Denpasar : Pelawa Sari.

Babbie, Earl R. 1986. The Pravtice of Social Research. 4th Edition. Belmont : CA Wadsworth.

Kerlinger, F.N. 1971. Foundation of Behavioral Research. 2nd Ed. New York : MacMillan.

Moh nazir, Ph.d. 2005. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Foster, Dennis. 2000. First Class An Introduction to Travel and Tourism 2nd edition. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://borneocolours.com/

LAMPIRAN

  1. Foto pendukung

 

Wawancara dengan kelian adat setempat                 wawancara manajemen office danau beratan

 

 

 

 

 

Kondisi danau beratan (kedatangan tamu)       kondisi danau buyan saat ini

  1. Daftar Pertanyaan

Wawancara di kelian adat danau Buyan

  1. Sudahkah danau Buyan memiliki manajemen saat ini ?
  2. Bagaimanakah sistem manajemen danau Buyan saat ini ?
  3. Mengapa potensi danau buyan yang begitu bagus sampai saat ini masih belum dimaksimalkan ?
  4. Saat ini siapa sajakah yang masih aktif mengelola potensi danau buyan ?
  5. Mengapa pembangunan danau buyan masih jauh di banding tempat wisata lainnya ?

Wawancara di office manajemen danau beratan

  1. Apakah danau buyan sudah memiliki menajemen sendiri saat ini?
  2. siapa sajakah yang ikut mengelola wisata Danau beratan ini ?
  3. Apa kiat positif sehingga danau beratan bisa sperti sekarang ?
  4. Bagaimanakah sistem managemen danau Beratan saat ini ?
  5. Menurut bapak adakah kaitannya antara manajemen yang sudah ada dengan kondisi beratan saat ini ?

BIODATA DIRI

Nama                                       : I Nyoman Ariyasa

Tempat, tgl lahir                      : Penarukan, 21 Juni 1991

Alamat                                    : Desa Lemukih Br. Nyuh Kec. Sawan Kab.

Buleleng

No Telp.                                  : 085 739 937 182

Pekerjaan                                 : Pelajar / Mahasiswa

Kampus                                   : Universitas Mahendradatta LP2M Sukasada

Fakultas                                   : Ekonomi

Riwayat Pendidikan               : SD 2 Munduk Temu Pupuan Tabanan

SMPN 2 Sukasada Buleleng

SMA Candimas Pancasari Sukasada Buleleng

About these ads

One comment on “Karya Ilmiah Remaja (KIR) by arhie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s